Membuat E-book

Tahap 1: Membuat kerangka isi ebook

Ebook itu isinya lebih tebal daripada sekedar artikel. Biasanya ribuan kata, bahkan bisa sampai sepuluh ribu kalau topiknya dalam.

Kalau anda belum pernah menulis panjang, bakal bingung.

Bisa jadi urutannya terbalik, bingung setelah ini membahas apa, atau malah setelah hampir selesai anda merasa semuanya perlu ditulis ulang.

Untuk itulah kita butuh kerangka ini.

Tidak sulit…

…bayangkan seperti daftar isi yang biasanya anda lihat di buku.

Isinya berupa topik-topik yang dibahas di dalam ebook anda, beserta subtopiknya untuk masing-masing topik.

Sebagai contoh, ini kerangka yang saya buat:

Kerangka panduan lead magnet

Gambar di atas adalah kerangka isi dari seri panduan yang sedang anda baca sekarang ini.

Tahap 2: Mengatur layout dan tipografi di Microsoft Word

Sewaktu di sekolah sampai kuliah, kita biasanya hanya menggunakan desain standar dari Word.

Sekarang tidak bisa seperti itu.

Kita ingin supaya ebook yang kita buat berbeda dan lebih indah daripada yang lain. Karena itu, ada beberapa yang perlu kita atur di awal.

Beberapa prinsip dasar mengenai tipografi:

  1. Gunakan ukuran font yang lebih besar daripada standarnya, supaya lebih mudah dibaca (18-22pt untuk paragraf biasa)
  2. Jangan gunakan font yang terlalu umum seperti Times New Roman, Verdana, Tahoma, atau Arial
  3. Gunakan maksimal 3 jenis font, untuk judul/subjudul, paragraf, dan keperluan khusus lainnya
  4. Gunakan maksimal 3 warna, untuk judul/subjudul, paragraf (biasanya putih dan/atau hitam), dan hyperlink
  5. Aturan nomor 3 & 4 bisa dilanggar kalau memang diperlukan
  6. Biasakan menggunakan formatting style yang ada di Word, Pages, atau Google Docs

Ini beberapa website yang bermanfaat seputar font:

  • FontSquirrel: mencari font gratis
  • TypeGenius: mencari ide kombinasi font yang bagus
  • ColorHunt: mencari kombinasi warna yang bagus
  • HEX to RGB: supaya kombinasi warna dari ColorHunt bisa digunakan di Microsoft Word

Ini contoh formatting style saya untuk salah satu ebook:

Formatting style di PIM

(Caranya klik kanan di tiap style lalu pilih Modify)

Dengan membuat formatting style seperti ini, anda tidak perlu lagi mengedit satu per satu untuk setiap judul/sub-judul dan paragraf. Tinggal klik di menu.

Setelah itu, ukuran kertas juga bisa anda ganti sesuai kebutuhan.

Repot? Gunakan template

Saya pribadi sebetulnya tidak suka menggunakan template, supaya ebook yang saya buat berbeda dari orang lain.

Tapi kalau anda memang tidak mau repot, ada beberapa template gratis yang bisa anda gunakan.

Template ebook

Ini dia:

  1. 13 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  2. 5 Template ebook dari HubSpot (PowerPoint & InDesign)
  3. Template ebook dari PanduanIM (Microsoft Word)

Tahap 3: Menulis isi ebook

Ini tahapan utamanya.

Menulis isi ebook biasanya memakan waktu paling lama dibanding tahapan lain, kecuali kalau PDF anda cuma 1-2 lembar.

Kalau ebook anda isinya panjang, permasalahan terbesarnya adalah bagaimana supaya pembaca tidak bosan di tengah jalan.

Ini beberapa tip:

  1. Gunakan subjudul (header 2 & 3) supaya paragraf tidak bertumpuk-tumpuk
  2. Gunakan list untuk menjelaskan lebih dari satu poin, seperti yang sedang anda baca sekarang ini
  3. Hindari paragraf yang terlalu panjang
  4. Gunakan gambar yang bisa membantu penjelasan. Ini wajib. Tulisan panjang tanpa gambar pasti membosankan.

Gunakan kreativitas di sini, lihat beberapa contoh ebook yang menurut anda bagus. Lalu tiru caranya.

Tahap 4: Membuat halaman call to action

Karena ebook ini merupakan bagian dari strategi pemasaran, pasti kita ingin supaya pembaca melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca.

Misalnya membeli produk, mengunjungi website, membaca artikel lain, atau membantu menyebarkan ebook tersebut kepada orang lain.

Untuk itulah kita butuh 1 halaman khusus ini.

Biasanya halaman CTA ini ditaruh di paling akhir. Bisa dipisah sendiri atau digabung bersama ucapan terima kasih, profil penulis, dan penutup.

Tapi bisa juga ditempatkan di awal kalau memang sangat penting.

Ini contoh halaman call to action di ebook milik Unbounce:

CTA ebook unbounce

Tahap 5: Membuat halaman sampul

Tanpa sampul, bukan buku namanya…ya nggak?

Maka dari itu halaman ini wajib ada supaya dokumen anda resmi jadi sebuah buku.

Ada 3 alternatif cara membuat sampul.

Pertama, desain langsung di dalam Microsoft Word. Untuk desain sampul yang sederhana, cara ini lebih mudah.

Kedua, kalau lebih rumit, anda bisa buat desain di Photoshop. Kemudian gambarnya dimasukkan ke Word anda.

Ketiga, bayar orang lain untuk mendesain sampul.

Ini beberapa contoh sampul ebook untuk inspirasi.

Kalau anda butuh gambar atau icon, cari di sini:

Setelah tahap ini selesai, anda bisa menyimpan file dokumen anda menjadi PDF. Sewaktu menyimpan ke format PDF, pilih menu ini:

Simpan ke format PDF

Sampai di tahap ini, ebook anda sudah selesai dibuat…

…masih ada 1 tahap lagi:

Tahap 6: Membuat mock-up buku

Tahapan ini tidak wajib, tapi ebook anda akan jadi lebih menarik kalau anda membuat mock-up.

Yang belum tahu apa itu mock-up, seperti ini:

Mockup ebook

Dari desain sampul ebook yang tadi kita buat seolah-olah buku anda seperti nyata.

Untuk membuat yang seperti ini, kita butuh Photoshop.

Kemudian download salah satu template yang anda sukai (klik di gambar):

Mockup Buku 1
Mockup Buku 2
Mockup Buku 3
Mockup Buku 4
Mockup Buku 5
Mockup Buku 6

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai